Maksudnya adalah kembali lagi menulis setelah terserang penyakit hiatus untuk kesekian kalinya.. emang susah menjadi blogger yang konsisten, kayaknya susah sekali untuk menulis rutin, memang beberapa hari terakhir ini kesibukan datang mendera tak henti-hentinya, banyak sekali pekerjaan kantor yang menuntut totalitas sehingga blogging activity terpaksa dihentikan, anyway, sekarang dapat kesempatan kembali untuk menulis walaupun masih sama dengan tulisan-tulisan sebelumnya yaitu “kurang mutu”
asli banget, kali ini menulis tanpa arahan yang jelas, hanya sekedar menggerakan jari diatas keypad dan merangkai kata-kata yang terlintas dipikiran, kalo kata pakar SEO tulisan ini gak punya keyword yang mau bidik, serba gak jelas.. hehehhe.. namanya juga nubie poreper, pastinya katruk dan culun.
title “kembali” pada postingan juga merupakan keinginan dari hati agar bisa kembali menghidupkan blog ini yang seperti mati suri.. kalo rekan lihat dibeberapa artikel sebelumnya ternyata sebagian besar merupakan artikel review yang memang sudah di tentukan oleh pihak advertiser, artikel2 yang menurut ane sendiri seperti yang kagak ada nyawanya, kurang memberi manfaat bagi pengunjung.
semoga saja, artikel ini bisa menjadi titik balik agar blog ini kembali ceria, kembali berjaya dan berkibar diranah maya dan bisa kembali memberikan informasi yang bermanfaat, memberikan inspirasi bagi pengunjung yang datang, setidaknya tidak memberikan kerugian kepada siapapun.. wismilak ya bro, sampai ketemu dengan artikel berikutnya
Popularity: 1% [?]

hmmm… gak terasa syawal sudah berlalu, hari fitri yang dinanti-nanti telah berlalu, berbahagialah orang-orang yang pemaaf, dalam kesempatan ini juga diriku hendak melalui
Di era digital sekarang ini dimana untuk menghasilkan sebuat photo menjadi semakin mudah dan murah tentunya mempunyai impact terhadap semakin banyaknya koleksi photo yang kita miliki, sayangnya photo-photo tersebut hanya tersimpan begitu saja didalam hardisk/storage device yang kita miliki dan hanya sesekali saja kita lihat-lihat untuk dinikmati, faktor besarnya biaya cetak yang menyebabkan kita malas atau segan untuk mengabadikan photo-photo tersebut didalam sebuah photo album konvensional. untungnya saat ini telah ada suatu product yang memungkinkan kita untuk menampilkan photo-photo yang kita miliki seperti layaknya sebuah photo frame. 




